Tech in Asia: Startup Brand Aggregator Tjufoo Siapkan Rp1,8 Triliun, Cari UMKM untuk Diakusisi

Tech in Asia: Startup Brand Aggregator Tjufoo Siapkan Rp1,8 Triliun, Cari UMKM untuk Diakusisi
Tjufoo Team

TehinAsia.com – Startup brand aggregator, Tjufoo, memulai operasinya untuk melakukan akuisisi dan meningkatkan skala bisnis brand UMKM yang potensial di Indonesia. Tjufoo berkomitmen menyiapkan dana sebesar Rp1,8 triliun untuk mengakuisisi brand lokal potensial, tujuannya agar mendorong pertumbuhan UMKM tersebut.

Co-founder dan CEO Tjufoo, TJ Tham, menilai permodalan masih menjadi masalah kompleks yang selalu dihadapi oleh para pengusaha UMKM di Indonesia. Kepada Tech in Asia, Tham mengungkap kalau dana triliunan itu akan digulirkan dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Tham menyatakan bahwa Tjufoo memiliki sejumlah pertimbangan dalam memilih UMKM yang akan diakuisisi, yakni didirikan oleh warga negara Indonesia, pendiri masih memiliki semangat untuk meningkatkan skala bisnis meski terhambat oleh sejumlah masalah, serta fokus pada sektor direct-to-consumer.

Tim dari Tjufoo akan terlibat langsung untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis UMKM, seperti membantu dalam proses brand building, melakukan pemasaran produk, mengoptimalkan digitalisasi, mengelola tenaga kerja, pengadaan, hingga urusan operasional lainnya.

“Semakin banyak diskusi yang kami lakukan dengan pelaku UMKM, kami melihat mereka sangat membutuhkan dukungan tim untuk mentoring dan pendampingan,” kata Tham.

Ke depannya, Tjufoo berencana untuk menggalang pendanaan untuk meningkatkan investasi kepada UMKM. Namun, Tham tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah pendanaan yang ditargetkan oleh perusahaannya.

Selain meluncurkan operasional, Tjufoo juga mengumumkan kerja sama strategis dengan PT Sarinah. Tjufoo akan terlibat dalam serangkaian mentoring bisnis, pengembangan digitalisasi, hingga menyalurkan pendanaan kepada UMKM yang menjadi bagian dari program Sarinah Pandu.

Terkait kerja sama ini, Direktur Utama Sarinah, Fetty Kwartati, menyebut Sarinah sedang melakukan transformasi bisnis sejak tahun lalu agar mampu menjadi panggung bagi komunitas dan para kreator seni, budaya, kerajinan, tata boga, dan ekonomi kreatif nusantara.

“Kerja sama dengan Tjufoo ini diharapkan mampu mentransformasi pengembangan pemasaran melalui marketplace serta mengembangkan ekosistem online store,” ujarnya.

Sebagai informasi, di Indonesia Tjufoo akan menghadapi pemain lainnya yang juga fokus mengakuisisi brand, seperti Open Labs serta Una Brands. Ada juga Hypefast yang disebut-sebut sudah mengakuisisi 25 brand di Asia Tenggara.